judi online pandemi

Tren Judi Online yang Meningkat di Masa Pandemi

judi online
judi online pandemi

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup berat dengan adanya virus covid-19. Virus yang awalnya muncul di Cina pada akhir tahun 2019 ini telah menyebar hingga seluruh dunia. Hal ini kemudian menyebabkan ditetapkannya covid-19 sebagai pandemi. Pandemi ini kemudian berdampak pula pada judi online.

Sejak masa pandemi, berbagai aktivitas khususnya kegiatan di luar ruangan dan aktivitas publik dibatasi. Hal ini menyebabkan banyak orang yang hanya melakukan aktivitas di dalam rumah dengan virtual. Maka tak mengherankan jika banyak kegiatan juga beralih ke layanan online, pun dengan judi.

Pemain Judi Online Naik pada Masa Pandemi

Kegiatan yang dilakukan lewat internet menjadi salah satu upaya untuk mengurangi interaksi antar manusia. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar virus tidak banyak menyebar lebih luas.

Banyak sekali aktivitas yang beralih ke mode virtual. Salah satu kegiatan yang berdampak adalah judi. Meski judi online sudah dikenal sejak beberapa tahun belakangan ini, judi konvensional masih bertahan.

Sedangkan di masa pandemi, orang-orang pencinta judi tidak dapat datang langsung ke rumah bandar atau kasino untuk melakukan judi. Dengan demikian, mereka kemudian berupaya agar tetap bisa memainkan judi, yaitu lewat judi online.

Moody’s Investors Service mengungkapkan bahwa selama masa pandemi covid-19 ini, permainan judi offline banyak rugi. Pendapatan di kasino dan rumah bandar judi pada kawasan Asia dan Pasifik mengalami penurunan cukup ekstrim.

Bandar judi pun juga sama, mereka tidak mau kehilangan keuntungan dari adanya pembatasan interaksi ini. Sehingga mereka melakukan penawaran-penawaran menarik lewat situsnya agar banyak yang bergabung pada judi online.

Orang-orang yang bosan di rumah terus menerus juga tentunya membutuhkan hiburan. Iklan yang banyak tersebar di internet mengenai situs judi online kemudian membuat mereka tertarik juga untuk sekadar bermain iseng. Judi online kemudian menjadi sebuah hal baru untuk mengisi kekosongan.

Kekhawatiran Masyarakat di Masa Pandemi Akibat Judi Online

Naiknya angka peminat judi online selama masa pandemi ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Mereka menganggap dengan terus bermain judi online, akan muncul pecandu-pecandu baru padahal situasi sedang tidak kondusif.

Judi online yang mudah diakses di mana saja membuatnya tidak memiliki keterbatasan akses. Tanpa kontrol diri yang kuat, pemain judi kemudian akan menghabiskan uangnya untuk bermain. Meski hanya berawal dari iseng mengisi waktu luang, kecanduan pun tak akan terelakkan.

Kondisi moneter yang hampir mengalami krisis karena masa pandemi ini membuat masyarakat khawatir. Berbagai sektor usaha dan perekonomian berhenti dan sulit untuk mendapatkan uang, kemudian penjudi ini melakukan upaya yang instan yaitu ikut judi online.

Harapan mereka adalah dapat memperoleh uang dengan mudah dan cepat sehingga bisa menggandakan keuntungan. Beberapa kasus di Indonesia, salah satunya di Sumedang, beberapa oknum menggunakan dana bantuan sosial covid-19 sebagai bahan taruhan togel.

Mereka menganggap dengan mengikuti judi dan menang, uang tersebut bisa bertambah lebih banyak dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal inilah yang disayangkan. Padahal bantuan yang harusnya untuk memenuhi kebutuhan hidup ini malah menjadi ludes karena togel.

Selain itu, dengan kondisi ekonomi yang masih belum stabil, ketika seseorang kecanduan judi online ia akan melakukan segala cara. Ketika pemain judi kalah, ia akan kembali bermain dan mencari modal bagaimanapun caranya. Ini yang kemudian meningkatkan angka kriminalitas di masyarakat.

Upaya Menekan Judi Online di Masa Pandemi

Berbagai upaya di beberapa negara juga sudah dilakukan agar menekan angka naiknya peminat judi selama masa pandemi. Misalnya di Spanyol, pemerintah memberikan batasan iklan situs judi. Iklan hanya boleh ditampilkan di rentang waktu maksimal 4 jam, yaitu pukul 1 hingga 5 pagi saja.

Di Latvia, judi online saat ini dilarang hingga masa pandemi selesai. Sementara di Belgia, taruhan pada judi online dibatasi hanya pada deposit €500 seminggu saja. Ini dilakukan agar masyarakat di sana tidak terus menerus memainkan judi online di masa pandemi.

Sedangkan di Indonesia, melalui Indonesia Police Watch (IPW) dibentuk satuan tugas merah putih yang bertugas untuk memberantas judi online yang marak ini. Hal ini karena selama masa pandemi, penjudi online meningkat. Juga dikhawatirkan situs-situs judi ini akan masuk ke ranah pilkada beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Judi Online Terbaru, Kartu hingga eSport yang Tak Lekang di Masa Pandemi

Pengawasan yang lebih ketat kemudian dilakukan oleh pemerintah agar tidak menciptakan ekonomi yang ambruk. Berbagai negara juga khawatir jika angka kriminalitas akan meningkat seiring naiknya pemain judi online di masa pandemi ini.

Banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan untuk mengisi rasa bosan selama di rumah. Juga masih banyak hal positif lainnya yang bisa dilakukan untuk mencari uang. Bermain judi online tidak menjadi satu satunya cara dalam mendapatkan uang, justru cara ini membuat risiko kehilangan uang semakin besar. Yuk bijak dalam mengisi waktu di masa pandemi ini!