Bagi anak, fungsi baju lebih dari sekadar penunjang penampilan saja. Sebab, anak-anak sedang mengalami fase golden age, di mana tumbuh kembang yang mereka alami berlangsung cukup pesat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perihal konveksi baju anak.

Dengan banyaknya pilihan baju anak yang ada di pasaran, tentu sedikit menyulitkan orang tua. Pasalnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan baju anak. Selain size yang pas, penggunaan bahan pun harus dijadikan acuan utama.

Rekomendasi Kain Berkualitas dalam Konveksi Baju Anak

Bahan merupakan salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan. Alih-alih ingin anak tampil gaya, ternyata malah membuat kulit iritasi dan tidak nyaman. Berikut adalah beberapa jenis bahan yang bagus untuk baju anak :

  • Kain Voile

Karateristik kain voile hampir sama seperti kasa, yakni tipis dan tembus pandang. Meskipun demikian, kain ini sering digunakan konveksi baju anak untuk membuat gaun pesta. Hal ini dikarenakan teksturnya yang jatuh dan adem di kulit anak.

  • Muslin

Muslin merupakan salah satu jenis kain yang sering ditemukan pada baju anak, terutama sebagai bahan pelapis gaun. Hal ini dikarenakan muslin memiliki tekstur yang sangat halus dan breathable. Sehingga dapat menghindarkan anak dari iritasi kulit.

Sementara jenisnya juga sangat beragam. Mulai dari yang sangat tipis, hingga kain yang mempunyai tekstur pada bagian permukaan. Apapun pilihannya, kain muslim tetap terasa ringan dan nyaman untuk dikenakan.

  • Broadcloth

Kain jenis broadcloth juga sering digunakan oleh konveksi baju anak impor untuk pembuatan gaun yang berhiaskan dengan bordiran. Sebab, kain ini terbuat dari campuran kapas atau katun. Sehingga memiliki tekstur halus dan ringan, sangat cocok untuk kulit anak.

  • Minky

Meski masih terdengar asing, faktanya kain minky sudah lama diaplikasikan sebagai bahan baju anak. Kain yang satu ini memiliki tekstur yang sangat halus, lembut, dan fleksibel. Wajar, karena minky terbuat dari bahan microfiber berkualitas tinggi.

Berkat kehangatan yang mampu ditawarkan, minky juga sering digunakan oleh konveksi baju anak untuk bahan pembuat sarung bantal, sprei, selimut, atau jubah anak. Tak jarang, beberapa popok bayi juga memanfaatkan daya serapnya yang tinggi.

  • Baby Terry

Sering digunakan sebagai bahan pembuatan handuk dan jaket, kain baby terry kini mulai dilirik konveksi baju anak. Sebab, kain ini terbuat dari serat kapas, sehingga memiliki tekstur yang super lembut. Meski terlihat agak tebal, baby terry tetap dapat menjamin kenyamanan anak.

  • Katun Viscose

Katun viscose atau yang biasa disebut CVC merupakan kain yang terbuat dari campuran katun kombet sebesar 55% dengan viscose sebesar 45%. Meski sudah dicuci selama berulang kali, kain ini tidak mudah kusut. Dan daya serap keringatnya terbilang cukup tinggi.

  • Kain Poplin

Kain poplin adalah sejenis kain yang berasal dari kategori katun. Perbedaannya, kain ini memiliki tekstur yang lebih lentur dan bersifat stretch atau melar. Sehingga sering digunakan konveksi baju anak, karena dapat mengikuti ukuran tubuh.

  • Gingham

Kain gingham memiliki ciri khas bermotif kotak-kotak atau bergaris, sering diaplikasikan pada atasan, rok, dress, dan lain sebagainya. Kain ini termasuk salah satu jenis kain lawas juga, yang terbuat dari benang lungsin serta pakan halus yang memiliki warna berbeda.

Namun, tidak semua yang motif kotak-kotak pasti menggunakan kain gingham. Untuk membedakannya, dapat dilihat dari tekstur dan rasa. Saat dipakai, kain gingham yang asli terasa dingin, halus, dan nyaman.

  • Kain Shantung

Kain shantung sering digunakan konveksi baju anak murah untuk membuat piyama atau baby doll anak. Kain ini memiliki beberapa tingkatan, mulai dari yang paling tipis sampai tebal. Meskipun demikian, kain shantung tetap memberi rasa yang dingin, lembut, dan sangat halus.

  • Kain Linen

Linen merupakan sejenis serat yang berasal dari serat pohon flax yang memiliki nama latin Linum usitatissimum. Jika di Indonesia, pohon lebih dikenal dengan tumbuhan rami. Sehingga kain ini termasuk ke dalam jenis kain kuno, karena sudah ada sejak zaman dulu kala.

  • Baby Canvas

Sesuai dengan namanya, baby canvas termasuk ke dalam kategori kain kanvas yang memiliki tekstur tebal dan kuat. Meski sedikit lebih tipis dari kanvas pada umumnya, tetapi teksturnya tetap lembut, tidak kaku, serta tidak mudah kusut.

  • Katun Kombet

Katun merupakan salah satu jeni kain yang sering digunakan sebagai bahan pembuat baju anak. Namun berhati-hatilah, karena di pasaran ada beberapa jenis katun. Selain teksturnya yang berbeda, tingkat kenyamanan yang ditawarkan pun jelas tak sama.

Oleh karena itu, pastikan untuk membeli baju anak berbahan dasar katun kombet. Semakin besar angka yang menyertai, maka jenis kainnya akan semakin berkualitas. Untuk  konveksi baju anak distro biasanya menggunakan katun kombet 30s.

Model Konveksi Baju Anak Laki-laki yang Fashionable

Mencari baju anak laki-laki tentu tidak semudah anak perempuan, karena modelnya lebih monoton. Meskipun demikian, hal tersebut dapat diakali dengan mix and match produk konveksi baju anak sendiri. Berikut beberapa model baju anak laki-laki yang fashionable :

1. Kaos

Kaos merupakan baju anak laki-laki yang paling umum. Untuk memberikan penampilan terbaik, pastikan membeli kaos anak dengan bahan yang berkualitas. Selain nyaman, jenis baju yang satu ini cocok untuk beragam acara.

2. Baju Batik

Berkat inovasi yang dilakukan oleh para konveksi baju anak, baju batik kini juga cocok untuk dikenakan anak-anak. Agar terlihat lebih fashionable, pilih motif batik yang tidak terlalu monoton dengan kain berwarna cerah. Lalu, padukan dengan celana panjang atau jogger.

3. Kemeja Kotak-kotak

Motif kotak-kotak memang memiliki aura tersendiri, tak pernah terlihat kuno atau ketinggalan zaman. Selain cocok untuk berbagai macam acara, motif ini juga dapat dipadukan dengan bawahan jenis apa pun. Sehingga tidak ada salahnya untuk menyiapkannya di lemari anak.

4. Jaket Levis

Penggunaan jaket levis pada anak laki-laki dapat menonjolkan kesan macho. Kini, desain yang dikeluarkan konveksi baju anak pun sudah beragam, ada yang berkerah tetapi ada juga yang tidak. Tinggal sesuaikan saja dengan selera yang penting bahannya berkualitas.

5. Jas Formal

Jas sangat cocok untuk dikenakan saat menghadiri sebuah acara formal, seperti ulang tahun atau pesta pernikahan. Lengkapi dengan kemeja, dasi, serta sepatu yang sesuai, agar anak terlihat semakin keren dan tampan.

6. Rompi

Selain jaket levis dan jas formal, rompi juga dapat menunjang penampilan anak laki-laki. Uniknya, rompi dapat dikenakan dalam beragam acara, baik formal maupun kasual. Hanya tinggal memadu-padankan dengan bawahan dan sepatu yang kece.

7. Sweater

Siapa bilang sweater hanya cocok dikenakan oleh anak perempuan? Berkat tangan terampil konveksi baju anak branded, sweater kini juga dapat dipakai anak laki-laki. Modelnya juga sudah beragam dengan warna dan motif yang menarik.

8. Baju Koko

Entah energi apa yang dimiliki oleh baju koko, setiap anak laki-laki yang mengenakannya pasti terlihat lebih menggemaskan. Tak hanya untuk beribadah saja, baju koko juga cocok untuk menghadiri acara-acara keluarga.

Agar anak semakin percaya diri, maka pastikan memilih ukuran yang pas, tidak terlalu longgar dan tidak sempit. Hal ini dapat dikonsultasikan dengan pihak konveksi baju anak, berikut dengan bahan yang digunakan. Sebab, ulasan di atas hanyalah beberapa di antaranya. Semoga bermanfaat.

Category: Out of the box