Dari Sering Pulang Larut Malam, Sampai Jual Ayam dan Bebek Gara-gara Game Chip Domino, Para Istri Gugat Cerai Suami


Kecanduan akan sebuah game memang dibilang sangat memberi dampak dalam rumah tangga. Seperti yang terjadi di Aceh Besar akhir-akhir ini. Akibat kehemarannya bermain game domino membuat banyak suami sering lupa waktu, bahkan melakukan berbagai hal yang akhirnya membawa dampak buruk dalam rumah tangga.


Hal ini terbukti dalam beberapa kasus perceraian yang kini tengah digelar di Pengadilan Jantho Syari’yah, Aceh Besar.

Pengadilan di Jantho Syari’yah saat ini sedang menangani perceraian tiga pasangan suami istri (pasutri). Dan ketiga kasus ini penyebabnya adalah karena suami yang kecanduan permainan domino higgs.


Domino memang memiliki daya tarik sendiri bagi para pecandunya. Permainan yang memiliki berbagai jenis seperti qiu qiu dan gaple ini memang membawa kesenangan sendiri bagi pecintanya.


Bahkan, karena kecanduan judi, keuangan keluarga menjadi berantakan. Sampai-sampai sang kepala rumah tangga harus menjual ayam dan bebek demi untuk membeli chip domino.

domino99


Keadaan ini praktis tidak bisa diterima perempuan. Terutama dalam situasi ekonomi yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19 ini. Uang dan penghasilan sekecil apapun harus dikelola sebaik mungkin, bukan untuk membeli chip domino, demikian harapan para istri.


Fakta persidangan di pengadilan Jantho Syari’yah, selama tiga bulan ini para istri menggugat cerai suami. Diantaranya seorang suami yang bersedia menjual ayam dan bebek untuk membeli chip domino.

Demikian keterangan ketua Pengadilan Syar’iyah Jantho, Siti Salwa SHI MH, melalui Humas Tgk Murtadha LC kepada Serambinews.com, Rabu (4/11/2020).

Menurut Tgk Murtadha, fakta lain yang terungkap dalam persidangan adalah suami saya sering pulang larut malam karena sibuk main game domino.

Baca juga: Apa Sih Bedanya Les Private, Kursus, dan Bimbel?


Jika istri meminta uang rumah tangga, suami tidak memberikannya karena sisa uang digunakan untuk membeli chip domino.


Belum lagi suami yang malas karena kecanduan kartu higgs domino dan menjadi mudah tersinggung, hingga menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri.


Selain itu, banyak anak-anak yang tidak bisa mengikuti kegiatan belajar yang sekarang sering dilakukan secara online.


Menurut Murtadha, hal ini terjadi karena suami menggunakan ponsel yang seharusnya dipakai anaknya untuk mengikuti proses belajar mengajar secara online (online).


Kecanduan permainan domino tinggi tidak hanya merugikan perekonomian, tetapi juga menghancurkan rumah tangga.


Sementara itu, Ketua Komisi VI DPRA Tgk Irawan Abdullah, SAg meminta pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir permainan yang tidak perlu seperti higgs domino di Aceh.


Menurut Tgk Irawan Abdullah, sangat disayangkan hal seperti itu terjadi di Aceh yang mengutamakan kehidupan syariah.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar Aziz, SE mempromosikan program penguatan kepemudaan (kegiatan yang beragam dan bermanfaat) dan penguatan ketahanan keluarga (spiritual dan ekonomi).


Zulfikar melanjutkan, Fraksi PKS DPRK Aceh Besar akan menginisiasi Qanun Ketahanan Keluarga untuk mencegah sengketa akibat adiksi permainan domino tinggi.


Artikel ini juga telah tayang di serambinews.com dengan judul : Gawat! Suami Kecanduan Game High Domino hingga Jual Ayam & Bebek untuk Beli Chip, Istri Tuntut Cerai