Kebutuhan akan lampu merupakan kebutuhan yang rutin (setiap hari) sehingga jika ditotal kuantitas pemakaiannya akan sangat tinggi.  Tingginya pemakaian lampu ini menurut Distributor Lampu Philips bisa menjadikan kita sangat boros. Apalagi jika tidak bijak menggunakannya.

Sehingga  orang akan terus mencari berbagai jurus menghemat biaya lampu listrik rumah tangga.

Selain itu penggunaan energi yang berlebihan juga akan menimbulkan terjadinya pemanasan global. Sekarang kita bayangkan, di Indonesia masih banyak pembangkit listrik tenaga batubara. Jika kita menggunakan energi secara boros tentu saja pembakaran batubara akan semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka pembakaran batubara bisa di hemat pula.

Pembakaran batu bara ternyata juga menyumbangkan gas penyebab Global Warming yang sangat besar.

Menurut data yang berasal dari Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penggunaan energi listrik yang dipakai untuk penerangan di sektor rumah tangga adalah 44, 5%.

Nilai ini merupakan presentase tertinggi di antara penggunaaan yang lain, sebut saja bidang entertainment sebesar 37%, atau usaha komersil yang sebesar 17.7% atau memasak 0,5%.

Dari data ini, Distributor Lampu Philips berpendapat bahwa sangat signifikan jika kita dapat melakukan penghematan dari lampu, karena lampu merupakan sumber penerangan utama di rumah.

Berikut beberapa jurus menghemat biaya listrik rumah tangga dari Distributor Lampu Philips

Pakai Lampu sesuai Kebutuhan Cahaya Setiap Ruang

Cara termudah untuk mengetahui terang cahaya yang tepat adalah mengukur dengan mata kita sendiri. Jika cahaya terlalu terang maka mata akan silau dan cepat lelah. Begitupun jika kurang cahaya, maka mata akan berakomodasi secara maksimal terus-menerus sehingga cepat kelelahan.

Pencahayaan setempat adalah salah satu cara efektif untuk menghemat lampu.

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan sehubungan dengan pencahayaan.

1. Tingkat pencahayaan

Tingkat cahaya yang diperlukan sangat bergantung pada kebutuhan dan kenyamanan. Kebutuhan ini berbeda untuk setiap orang tergantung pada hal sebai berikut.

Tingkat pencahayaan ditentukan dari umurseseorang. Semakin tinggi umurnya maka butuh tingkat pencahayaan yang lebih tinggi juga. Orang berumur 60 tahun membutuhkan 15x lebih tinggi tingkat cahaya dibanding anak 10 tahun.

Ukuran objek yang dilihat juga mempengaruhi tingkat pencahayaan.  Ketelitian suatu pekerjaan atau tingkat kesulitan pekerjaan yang dilakukan, dan kecepatan gerak juga berpengaruh.

Jadi, cahaya yang datang dari sumber cahaya dan diterima oleh suatu ruang akan digunakan untuk 3 hal yaitu bekerja, membaca, dan estetika.

Memasang lampu menurut Distributor Lampu Philips, tak hanya sekadar terang saja. Tapi harus memerhatikan kenyamanan dan kesehatan mata.

Terkait dengan pencahayaan Distributor Lampu Philips menyarankan, harus dipilih jenis yang tepat. Agar setiap kegiatan di atas dapat memperoleh pencahayaan sesuai porsi yang dibutuhkan.

Tiga hal yang harus dilakukan adalah menentukan ketepatan: intensitas cahaya (sesuai kebutuhan ruang), warna cahaya (tergantung kesan yang ingin disampaikan dalam suatu ruang), dan komposisi (penataan dan kombinasi yang tepat dari berbagai jenis pencahayan baik general  lighting, task lighting, maupun decorative lighting).

Pikirkan juga penempatannya. Jarak ideal antara titik penerangan lampu (di plafon) dengan lantai adalah 2,5m. Di ketinggian manapun lampu diletakkan usahakan agar jarak ini terpenuhi supaya cahaya (terang lampu) yang diterima ruang tidak berkurang.

2. Arah Datang & Distribusi Cahaya

Cahaya yang datang sebaiknya jangan hanya dari satu arah supaya objek masih tetap dapat tampil minimal di kedua sisi. Fungsi armatur (rumah lampu) selain untuk estetika juga mengoptimalkan pencahayaan dengan mengatur arahnya.

Untuk hal ini, yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

Penempatan titik lampu: jangan hanya dari satu titik, sebaiknya dibagi-bagi dan diletakkan di beberapa tempat (titik) dengan fungsi yang berlainan (general light, task light atau decorative light). Hal ini juga terkait dengan penghematan karena bisa diatur saat penyalaannya, yang diperlukan saja yang dinyalakan.

Distributor Lampu Philips menyarankan pemilihan armatur atau rumah lampu yang tepat. Untuk mengendalikan dan mendistribusikan cahaya. Yang dipancarkan oleh lampu yang dipasang di dalamnya.

Armatur dilengkapi dengan peralatan untuk melindungi lampu dan peralatan pengendalian listrik. Armatur yang tidak baik kondisinya (kotor atau rusak) akan mengganggu pendistribusian cahaya dan efisiensi cahaya (light output ratio), ketahanan terhadap masuknya air dan debu, ketahanan terhadap terjadinya ledakan atau kebakaran, atau menimbulkan kebisingan karena suara berisik yang ditimbulkan. Lampu & rumah lampu yang kotor dapat mengurangi terangnya lampu sampai 50%.

3. Gunakan Lampu LED yang dijual Distributor Lampu Phllips

Akhir-akhir ini muncul lagi lampu hemat energi terbarukan yang pembuatannya berasal dari gabungan lampu LED (Light Emiting Diode). Menurut Distributor Lampu Phllips, lampu hemat energi ini akan mampu menghemat energi bahkan lebih dari 60%. Sehingga kebutuhan energi dalam negeri akan bisa tercukupi.

LED sangat beragam jenisnya, ada lampu energi dengan bentuk XL seperti produk dari distributor lampu Philips. Lampu jenis ini sekitar 1-2 tahun lalu cukup mahal,harganya antara 100rb-200rban. Namun sekarang sudah mulai terjangkau oleh masyarakat luas.

Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam menghemat biaya listrik. Simak artikel menarik kami lainnya.

Terima kasih.

Category: Out of the box